Viral! Bandara di Dubai Gunakan Bahasa Jawa Halus untuk Informasi Penerbangan

Home / Artikel / Wisata Budaya / Viral! Bandara di Dubai Gunakan Bahasa Jawa Halus untuk Informasi Penerbangan

Travel Blog Cbc – Hal unik yang terjadi di Bandara International Dubai baru-baru ini terjadi baru-baru ini jadi viral dan ramai diperbincangkan netizen, khususnya yang berasal dari Indonesia.

Pasalnya, Bandara Dubai gunakan bahasa Jawa Halus saat memberikan informasi penerbangan kepada para penumpang. ”Nuwun sewu, bapak-bapak soho ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko bade …,” begitu bunyi pengumuman penerbangan EK 358 rute Dubai-Jakarta.

Artinya kurang lebih adalah “Permisi bapak-bapak dan ibu-ibu, penerbangan Emirates EK 358 ke Jakarta saat ini akan..” Hal ini tentu membuat semua orang yang ada di sana merasa heran sekaligus kagum.

Bahkan salah seorang netizen dari Indonesia bernama Wahyu Pratomo langsung mengunggah momen tersebut ke Instagram Story dan Youtube miliknya. Tawa tak lepas dari wajahnya saat mengabadikan video ini.Dilansir dari berbagai sumber, Senin (07/08/2017) alasan Bandara Dubai gunakan Bahasa Jawa halus ini adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses penumpang yang tak bisa berbahasa Inggris atau Arab saat naik pesawat.

”Ini supaya penumpang di Bandara Dubai yang tidak bisa berbahasa Inggris atau Arab bisa merasa nyaman. Bersama pihak bandara, kami memasukkan 26 bahasa dalam sistem untuk dipakai di setiap pintu keberangkatan, sehingga supervisor yang bertugas bisa memilih bahasa sesuai penumpang yang akan terbang.” jelas Divisional Vice President dari Emirates, Walter Riggans.

Saat mendengar kabar ini, kamu mungkin akan merasa kagum sekaligus bangga karena bahasa Jawa halus digunakan untuk menyampaikan informasi penerbangan di salah satu bandara Internasional tersibuk di dunia. Saat ini, baru ada dua bandara yang memakai bahasa Jawa untuk memberikan pengumuman. Selain Bandara Dubai, ada juga Bandara Adisutjipto di Yogyakarta.

Untuk kamu ketahui, bahasa Jawa nggak cuma dipakai oleh penduduk Indonesia lho. Beberapa negara di dunia juga menggunakan bahasa tersebut untuk percakapan sehari-hari. Contohnya adalah Republik Suriname, Belanda, Cocos Island, Malaysia, dan Singapura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *